Sabtu, 16 Januari 2016



[Enter Post Title Here]


Puisiku

Kita manusia
Inilah kisah kita anak manusia
Yang hidup di dunia fana
Merasakan hidup suka duka
Karena kita manusia tak ada yang sempurna
Coba lihat di atas sana
Hanya dia yang sempurna
Kita hanya manusia yang tercipta di dunia
Benar dan salah itu anugerahNya
Kita hanya manusia hanya bisa berusaha
Karena semua kenyataan adalah kehendakNya
Syukurilah semua dan rasakan indahnya dunia
Karena kita manusia


Cinta di  dalam  luka
Sungguh ku tak ingin luka
Kamu juga sama
Kita sama-sama tak ingin luka
Namun kita  hanya  pendosa 
Buat apa  cinta kalau  akhirnya jadi luka
Bagi mereka cinta adalah segalanya
Mungkin bagimu jua
Bagiku cinta hanya luka 
Jika  tak mampu mengendalikannya’

Rembulan  di  wajah mu
Di  balik  baris  senyummu
Tersimpan  sinar  rembulan
Kamu  harus  tahu 
Bahwa  engkaulah  rembulan 
Hadir  dalam  hidupku
Meski  engkau  tersembunyi 
Di balik  awan  kelabu
Aku  akan  tetap  menatimu
Menanti  cahayamu  untuk  hatiku

Puisi  Untuk  Ayah

Ayah  engkau  lelaki  perkasa
Namun  dimana  letak  hatimu 
Ayah,  ini  aku  anakmu
Yang  selalu  merindukanmu
Apakah  engkau  rindu  kepadaku
Aku  tahu  Ayah  bergelimang  harta
Sedang  aku  disini
Mengais  makanan  di  pagi  buta
Bekerja  di malam  yang hilang
Aku  percaya  engkau  punya  nurani
Tapi  untuk  siapa  ?
Untuk  hidupmu
Adik  tiriku
Mungkin  juga 
Ibu  tiriku
Apakah  untukku  tak ada  Ayah  ?

Oh  Ibu
Ibu  kasihmu  sepanjang  masa
Apakah  benar  untukku
Ibu  wanita  yang  mulia
Namun  kenapa  denganku  berbeda ?
Aku  merasa
Engkau  lebih  kejam  dari  Ibu  tiri  yang  dulu
Aku  tak  habis  fikir
Padahal  engkau  Ibu  kandungku  sendiri
Namun  engkau  tega  menyiksaku 
Sepanjang  hari
Tapi  engkau  masih  yang terbaik
Dari  pada 
Seorang  Ibu  membuang  hidup-hidup  anaknya
Engkau  lebih  baik  juga
Dari  pada
Seorang  Ibu  yang menggugurkan  kandungannya

Siapa  bilang
Hidup  ini  mudah , siapa  bilang
Hidup  ini  begitu  sulit, siapa  bilang
Mudah  dan  sulit  itu  tergantung  fikiranmu
Percayalah
Badai  pasti  berlalu
Percayalah
Ada  mentari  dibalik  awan  hitam
Percayalah 
Kita  bisa  hidup  hanya  dengan  harapan



Luka  lara
Sakit menusuk di kalbu
Dulu  penuh asa
Namun  kini  sirna
Lukaku  merona sakit  tiada terkira
Kau  sekuntum mawar
Namun  berduri
Sungguh  tiada terkira
Durimu  berbisa


Pisah  jua
Dulu  kita  satu
Dalam  suka  duka
Tangismu  tangisku  jua
Kini  kau  di sana
Demi  mengejar  asa
Ku nanti  kau  di  ujung  dermga
Sekian  lama
Bunga . . .
Ku  rindu  rasa rindu  rupa
Kini  hanya  bayangmu  menari  di  pelupuk  mata
Hasratku  kau  lah  cinta
Hingga  ke  surga

Ranting  rapuh

Siapa  kira  aku  biasa
Tiada  yang  tahu  ku  sia
Hidup  tiada  guna
Bak  ranting  mati  tiada  makna
Ku  berharap  pada Mu
 Berikan  jalan  lurusku

Politik negeriku
Setiap periode berganti penguasa
Dari suara  rakyat jelata,kau miliki singgasana
Semua,kau tempuh dengan jalan nista
Sadarlah negeriku, kita ditipu tikus besar
Cara  main  yang dianggap benar
Demokrasi bukan mencari jalan benar
Tetapi  mengakui yang kuat
Bukankah tujuan  kita mencari penguasa yang arif
Bukan pemimpin  yang kuat tapi khianat


2 komentar:

put@!bar mengatakan...

Wah... udah mirip pujangga aja kau ini mat!!!

Unknown mengatakan...

terima kasih sudah mampir. tapilin donk fotonya biar sama kenal. hehe.