[Enter Post Title
Here]
Puisiku
Kita manusia
Inilah kisah kita anak
manusia
Yang hidup di dunia fana
Merasakan hidup suka duka
Karena kita manusia tak ada
yang sempurna
Coba lihat di atas sana
Hanya dia yang sempurna
Kita hanya manusia yang tercipta
di dunia
Benar dan salah itu
anugerahNya
Kita hanya manusia hanya bisa
berusaha
Karena semua kenyataan adalah
kehendakNya
Syukurilah semua dan rasakan
indahnya dunia
Karena kita manusia
Cinta di dalam
luka
Sungguh ku tak ingin luka
Kamu juga sama
Kita sama-sama tak ingin luka
Namun kita hanya
pendosa
Buat apa cinta kalau
akhirnya jadi luka
Bagi mereka cinta adalah
segalanya
Mungkin bagimu jua
Bagiku cinta hanya luka
Jika tak mampu mengendalikannya’
Rembulan di
wajah mu
Di balik baris senyummu
Tersimpan sinar
rembulan
Kamu harus
tahu
Bahwa engkaulah
rembulan
Hadir dalam
hidupku
Meski engkau
tersembunyi
Di balik awan
kelabu
Aku akan
tetap menatimu
Menanti cahayamu
untuk hatiku
Puisi Untuk
Ayah
Ayah engkau
lelaki perkasa
Namun dimana
letak hatimu
Ayah, ini
aku anakmu
Yang selalu
merindukanmu
Apakah engkau
rindu kepadaku
Aku tahu
Ayah bergelimang harta
Sedang aku
disini
Mengais makanan
di pagi buta
Bekerja di malam
yang hilang
Aku percaya
engkau punya nurani
Tapi untuk
siapa ?
Untuk hidupmu
Adik tiriku
Mungkin juga
Ibu tiriku
Apakah untukku
tak ada Ayah ?
Oh Ibu
Ibu kasihmu
sepanjang masa
Apakah benar
untukku
Ibu wanita
yang mulia
Namun kenapa
denganku berbeda ?
Aku merasa
Engkau lebih
kejam dari Ibu
tiri yang dulu
Aku tak
habis fikir
Padahal engkau
Ibu kandungku sendiri
Namun engkau
tega menyiksaku
Sepanjang hari
Tapi engkau
masih yang terbaik
Dari pada
Seorang Ibu membuang
hidup-hidup anaknya
Engkau lebih
baik juga
Dari pada
Seorang Ibu
yang menggugurkan kandungannya
Siapa bilang
Hidup ini
mudah , siapa bilang
Hidup ini
begitu sulit, siapa bilang
Mudah dan
sulit itu tergantung
fikiranmu
Percayalah
Badai pasti
berlalu
Percayalah
Ada mentari
dibalik awan hitam
Percayalah
Kita bisa
hidup hanya dengan
harapan
Luka lara
Sakit menusuk di kalbu
Dulu penuh asa
Namun kini
sirna
Lukaku merona sakit
tiada terkira
Kau sekuntum mawar
Namun berduri
Sungguh tiada terkira
Durimu berbisa
Pisah jua
Dulu kita
satu
Dalam suka
duka
Tangismu tangisku
jua
Kini kau di
sana
Demi mengejar
asa
Ku nanti kau
di ujung dermga
Sekian lama
Bunga . . .
Ku rindu
rasa rindu rupa
Kini hanya
bayangmu menari di
pelupuk mata
Hasratku kau
lah cinta
Hingga ke
surga
Ranting rapuh
Siapa kira
aku biasa
Tiada yang
tahu ku sia
Hidup tiada
guna
Bak ranting
mati tiada makna
Ku berharap
pada Mu
Berikan
jalan lurusku
Politik negeriku
Setiap periode berganti
penguasa
Dari suara rakyat jelata,kau miliki singgasana
Semua,kau tempuh dengan jalan
nista
Sadarlah negeriku, kita
ditipu tikus besar
Cara main
yang dianggap benar
Demokrasi bukan mencari jalan
benar
Tetapi mengakui yang kuat
Bukankah tujuan kita mencari penguasa yang arif
Bukan pemimpin yang kuat tapi khianat
2 komentar:
Wah... udah mirip pujangga aja kau ini mat!!!
terima kasih sudah mampir. tapilin donk fotonya biar sama kenal. hehe.
Posting Komentar